Bengkulu, (ANTARA) - Ratusan batang anggrek pencil (Fanda Hookeriana), yang merupakan flora langka dan dilindungi, ditanam di kawasan Cagar Alam Dusun Besar (CADB) Kota Bengkulu.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Edy Sutiyarto di Bengkulu, menjelaskan, anggrek pensil yang ditanam di kawasan CADB tersebut merupakah hasil penangkaran instansi tersebut.
"Penangkaran yang kita lakukan cukup berhasil, hasilnya sudah ratusan batang dan sebaian besar telah ditanam di CADB," katanya.
Penangkaran yang dilakukan BKSDA, kata dia, semata-mata untuk menyelamatkan tanaman langka itu dari kepunahan karena adanya perembahan dan perusakan di kawasan CADB, tepatnya disekitar Danau Dendam Tak Sudah, (CADB) yang berada dalam kawasan konservasi tersebut sebagai habitatnya.
"Kita mengambil bibit dari sisa tanaman yang ada di CADB, kemudian ditangkar dalam polibag, dan ternyata cukup berhasil," katanya.
Menurut dia, anggrek pensil ini hanya hidup di tempat tertentu dan CADB merupakan salah satunya.
Terkait keamanan dari tanaman tersebut, mengingat DDTS merupakan salah satu obyek wisata yang cukup banyak dikunjungi, menurut dia, secara rutin terus dilakukan pemantauan oleh petugas BKSDA.
Mengenai pengembangan angrek pensil oleh masyarakat, menurut dia, ke depan sudah ada program tersebut.
"Kita sudah memiliki program itu, namun belum bisa dilakukan sekarang karena populasinya kini masih sangat sedikit," katanya.
Masyarakat, kata dia, tidak boleh mengambil tanaman itu dari habitatnya karena memang satatusnyas sebagai flora dilindungi tidak tak bisa diambil untuk alasan dan kepentingan apapun.
"Mungkin nanti akan kita berikan bibit pada masyarakat dari hasil penangkaran, untuk dikembangkan oleh warga, tapi dengan syarakat minimal 10 persen hasilnya 'dilepaskan' ke habitatnya," ujar Edy.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Edy Sutiyarto di Bengkulu, menjelaskan, anggrek pensil yang ditanam di kawasan CADB tersebut merupakah hasil penangkaran instansi tersebut.
"Penangkaran yang kita lakukan cukup berhasil, hasilnya sudah ratusan batang dan sebaian besar telah ditanam di CADB," katanya.
Penangkaran yang dilakukan BKSDA, kata dia, semata-mata untuk menyelamatkan tanaman langka itu dari kepunahan karena adanya perembahan dan perusakan di kawasan CADB, tepatnya disekitar Danau Dendam Tak Sudah, (CADB) yang berada dalam kawasan konservasi tersebut sebagai habitatnya.
"Kita mengambil bibit dari sisa tanaman yang ada di CADB, kemudian ditangkar dalam polibag, dan ternyata cukup berhasil," katanya.
Menurut dia, anggrek pensil ini hanya hidup di tempat tertentu dan CADB merupakan salah satunya.
Terkait keamanan dari tanaman tersebut, mengingat DDTS merupakan salah satu obyek wisata yang cukup banyak dikunjungi, menurut dia, secara rutin terus dilakukan pemantauan oleh petugas BKSDA.
Mengenai pengembangan angrek pensil oleh masyarakat, menurut dia, ke depan sudah ada program tersebut.
"Kita sudah memiliki program itu, namun belum bisa dilakukan sekarang karena populasinya kini masih sangat sedikit," katanya.
Masyarakat, kata dia, tidak boleh mengambil tanaman itu dari habitatnya karena memang satatusnyas sebagai flora dilindungi tidak tak bisa diambil untuk alasan dan kepentingan apapun.
"Mungkin nanti akan kita berikan bibit pada masyarakat dari hasil penangkaran, untuk dikembangkan oleh warga, tapi dengan syarakat minimal 10 persen hasilnya 'dilepaskan' ke habitatnya," ujar Edy.

1 komentar:
Dear admin.
Sukurlah bila anggrek-anggrek itu di tanam kembali, dan mudah mudahan karena mengejar proyek saja.
Hanya buat informasi, anggrek pinsil ini tidak sadah lama berganti nama sesuai dengan perkembangan ilmu taksonomi. Anggrek ini tidak lagi masuk ke genus Vanda tapi masuk ke keluarga baru dan sekarang bernama Papilionanthe hookeriana. Mohon publiksai lanjutan menggunakan nama ini. Karena bila pakar pakar anggrek yang membaca tentunya akan tersenyum karena namanya sudah tidak valid lagi.
Anggrek ini memang mudah di tangkarkan. Tidak jelas apakah anggrek ini tumbuh di dataran tinggi juga, karena anggrek Papilionanthe hookeriana hookeriana asal curup di dapat dari lingkungan curup sendiri.
Photo nya dapat di lihat di
http://rejang-lebong.blogspot.com/2008/08/anggrek-pinsil-mekar-di-tanah-rejang.html
terimakasih
Poskan Komentar