Kamis, 18 Desember 2008

BKSDA KEMBANGKAN BUNGA BANGKAI

Bengkulu, (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu kini sedang mengembangkan Bunga Bangkai (Amor phopallus) dengan cara vegetatif yakni melalui umbi tanaman tersebut.
Kepala BKSDA Bengkulu, Edy Sutiyarto di Bengkulu, menjelaskan, program pengembangan tanaman langka tersebut baru dimulai sejak Juni 2008, namun hasilnya cukup bagus.
"Dalam kurun lima bulan, kita sudah berhasil mengembangkan 200 batang Bunga Bangkai," katanya.
Untuk tahap awal pengembangan bunga raksasa itu baru dilakukan disekitar kantor BKSDA dengan menggunakan polibag, namun kedepan ada rencana pengembangan diberbagai kawasan baik hutan lindung, konservasi maupun hutan produksi.
Menurut dia, pengembangan bunga tersebut selain untuk pelestarian mengingat tumbuhan itu kini sudah mulai langka, juga membantu pengembangan pangan alternatif yang kini diprogramkan pemerintah.
"Bunga Bangkai merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang bisa diolah menjadi panganan alternatif," katanya.
Mengenai prospek pengembangan tanaman itu, menurut dia, sangat potensial karena kondisi lahan dan iklim Bengkulu cocok, dan pola pembudidayaannya tidak membutuhkan lahan khusus dalam bentuk hamparan seperti tanaman lain.
Bunga Bangkai, kata dia, bisa ditanam dibawah tegakan pohon jadi dapat dikembangkan secara tumpang sari.
Sistem pengembangan tanaman tersebut, kata dia, cukup mudah karena bisa melalui umbinya atau vegetatif.
"Kita tinggal mengembil umbi bunga itu kemudian dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Setiap bagian bisa langsung ditanam, jadi dari satu umbi bisa menghasilkan beberapa tanaman baru," ujarnya.
BKSDA membuat rumah kawat untuk mengemabangkan tanaman tersebut. Sekitar 200 polibag tanaman Bunga Bangkai dengan umur yang berbeda-beda, tanaman tertua berumur lima bulan sudah memiliki dua tangkai daun yang besar, terlihat hidup dengan indahnya.
Terdapat juga beberapa polibag yang berisi bagian vegetatif tanaman yang sudah berhasil memunculkan tunas baru.
Bunga Bangkai adalah salah satu bunga endemik Provinsi Bengkulu selain bunga Rafflesia dan Anggrek Pensil (Vanda hookerina). Selama ini perbanyakan bunga ini dilakukan melalui biji yang dihasilkan.
Untuk masa panen, menurut dia, hampir sama dengan janis tanaman umbi lainnya yakni satu tahun sudah bisa diproduksi.

0 komentar: